Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Bahasa Indonesia. Show all posts

Monday, January 1, 2018

Surat Lamaran Pekerjaan Dan Balasannya

Surat Lamaran Pekerjaan

Pengertian


Arti dari kata lamaran adalah permohonan untuk memperoleh sesuatu, sedangkan arti dari surat lamaran pekerjaan adalah surat yang dibuat oleh pencari kerja (pelamar) untuk kemudian dikirimkan kepada suatu badan usaha atau instansi guna mendapatkan pekerjaan atau jabatan sesuai dengan lowongan pekerjaan atau jabatan yang ditawarkan. Tindakan para pencari kerja mengirimkan surat lamaran pekerjaan akan menimbulkan tanggapan dari pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan atau jabatan tertentu. Tanggapan itu dapat berupa panggilan testing terhadap pelamar, penolakan lamaran, dan jika memenuhi syarat pelamar akan dipanggil untuk bekerja.

Tata Cara Menulis Surat Lamaran


Dalam menyusun surat lamaran, para pencari kerja haruslah memperhatikan hal-hal berikut.
a. Menyebutkan data pribadi pelamar yang meliputi:
1). nama lengkap; 
2). tempat dan tanggal lahir; 
3). jenis kelamin; 
4). agama; 
5). status kewarganegaraan; 
6). keterangan sudah atau belum menikah;
7). alamat atau tempat tinggal yang mudah dihubungi.

b. Riwayat pendidikan dan ijazah yang dimiliki, meliputi:
1). Pendidikan formal, misalnya SD, SLTP, SLTA, akademi, atau universitas (jika ada); 
2). Pendidikan informal, misalnya kursus-kursus : bahasa Inggris, bahasa Mandarin, Komputer, Pengembangan Pribadi, Public Relation, dan lain-lain.

c. Kecakapan khusus yang dimiliki, misalnya menyetir mobil, mendisain ruangan.

d. Pengalaman bekerja yang sejenis dengan jabatan yang dilamarnya atau pengalaman bekerja di bidang lain. Bila belum pernah sebaiknya menyebutkan kemampuan bekerja untuk jabatan yang dilamarnya berdasarkan pendidikan yang dimiliki.

Lampiran Surat Lamaran

Yang dimaksud dengan lampiran adalah segala sesuatu yang disertakan atau dicantumkan dalam surat lamaran dengan maksud untuk mempertegas atau memperkuat surat tersebut sebagai bahan pertimbangan bagi pihak badan usaha atau instansi yang menawarkan pekerjaan atau jabatan tertentu. Bila surat lamaran pekerjaan berdasarkan iklan, sesuaikan lampiran dengan permintaan.

Tatacara Menuliskan Daftar Riwayat Hidup

Saat ini banyak beredar di pasar formulir daftar riwayat hidup, sehingga pelamar tinggal mengisi saja. Namun, pada umumnya pelamar lebih baik membuat sendiri. Daftar riwayat hidup biasanya berisikan tentang:
  • data pribadi yang terdiri dari: nama lengkap; tempat tanggal lahir; jenis kelamin; kewarganegaraan; status; alamat.
  • pendidikan yang terdiri dari pendidikan formal dan pendidikan informal;
  • pengalaman bekerja;
  • keterangan-keterangan lain.
Surat Lamaran Pekerjaan Dan Balasan


Balasan Surat Lamaran Pekerjaan

1. Surat Panggilan
Setelah menerima surat-surat lamaran, suatu badan usaha, kantor atau instansi yang bersangkutan memberikan tanggapan, yang biasanya berupa panggilan. Surat panggilan lazimnya berisi panggilan untuk datang ke perusahaan atau instansi yang bersangkutan untuk suatu wawancara, testing, atau latihan-latihan tugas yang lain.

2. Surat Penolakan
Apabila lowongan sudah terisi ataupun suatu badan usaha menolak lamaran yang diajukan oleh seseorang karena dianggap tidak memenuhi syarat, maka instansi atau badan usaha tersebut akan mengeluarkan surat penolakan. Surat penolakan lazimnya dituliskan secara halus, disertai dengan alasan-alasan penolakan yang masuk akal dan diusahakan bersifat simpatik agar tidak menyinggung.

Contoh: Surat Lamaran Pekerjaan Berpengalaman 

                                                                         Munifa Aulia
                                                                         Jl. Merpati 479 
                                                                         Bandar Lampung 35467 
                                                                        20 Juni 2006 

Yth. Direktur Personalia PT Cahaya Lintas Cemerlang 
Jl. Melawai III No. 6 Blok M – Jakarta 12310 

Dengan hormat, 
Hal : Lamaran Pekerjaan untuk Jabatan Perancang Grafis 

Setelah membaca iklan di harian Kompas tanggal 17 Juni 2006, tentang formasi jabatan perancang grafis, saya tertarik untuk mengisi jabatan tersebut. Sesuai dengan persyaratan yang diminta, saya terbiasa bekerja dengan PC dan Macintosh. Saya juga menguasai program macromedia freehands, adobe photoshop, adobe illustrator, dan berbagai program lain yang terkait dengan pembuatan grafis. 

Selama dua tahun saya telah bekerja pada jabatan yang sama di sebuah surat kabar Lampung. Dalam berkomunikasi sehari-hari saya mampu menggunakan bahasa Inggris dengan baik. Untuk melengkapi keterampilan, saat ini saya sedang mengikuti kursus bahasa Jepang. Berdasar pengetahuan dan pengalaman kerja yang saya miliki, saya yakin dapat menangani pekerjaan yang berhubungan dengan pembuatan grafik di perusahaan periklanan yang Bapak/Ibu pimpin. Jika diperlukan, saya akan mengikuti uji keterampilan dan wawancara dengan senang hati. Untuk melengkapi lamaran ini, saya lampirkan daftar riwayat hidup, fotokopi ijazah, transkrip nilai, dan foto terakhir. Semoga Bapak/Ibu berkenan mengabulkan lamaran ini. Atas perhatian yang diberikan saya mengucapkan terima kasih. 

Hormat saya, 


Munifa Aulia, S.Kom.

Sunday, December 31, 2017

Bentuk dan Fungsi Bagian Surat, Surat Resmi, Surat Tidak Resmi, Surat Pribadi, Surat Dinas

Bentuk Dan Fungsi Surat

Pada dasarnya bentuk surat dibedakan dua bentuk saja. Bentuk-bentuk surat yang lain merupakan variasi dari bentuk surat tersebut. Kedua bentuk surat tersebut adalah bentuk lurus atau bentuk balok (block style) dan bentuk lekuk (indented style).

Penggolongan dan Pembagian Surat

  • Berdasar kepentingan isi surat: Surat pribadi: formal dan non formal  Surat dinas: surat keterangan, surat jalan, surat kelakuan baik, surat izin, dan sebagainya. - Surat niaga: surat perkenalan, surat permintaan penawaran, surat pesanan dan balasannya, surat pengiriman pesanan, surat tagihan, surat klaim, surat-surat ketatausahaan, dan sebagainya.
  • Berdasar wujud fisik surat: surat bersampul, surat tanpa sampul, kartu pos, faksimili, e-mail.
  • Berdasar cara pengiriman: surat kilat khusus, kilat, pengiriman biasa, surat-surat elektronik.
  • Berdasar tingkat kerahasiaan: sangat rahasia, rahasia, konfidensial (terbatas), biasa.
  • Berdasar jumlah sasaran: biasa, edaran dan pengumuman
  • Berdasarkan tingkat penyelesaiannya : sangat penting, penting, biasa.

Bentuk Tata letak Surat

Bentuk tataletaknya: lurus penuh, lurus, setengah lurus, alinea menggantung, lekuk, resmi. Bentuk-bentuk surat dalam bahasa Indonesia secara garis besar dikelompokkan sebagai berikut:
  • Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style) Bentuk surat seperti ini adalah bentuk surat yang paling mudah.
  • Bentuk Lurus (Block Style) Pada umumnya bentuk semacam ini banyak digunakan di perusahaan.
  • Bentuk Setengah Lurus (Semi Block Style)
  • Bentuk Lekuk (Indented Style) Bentuk semacam ini cocok untuk surat yang alamat tujuannya singkat.
  • Bentuk Resmi (Official Style) Bentuk semacam ini biasanya banyak digunakan oleh instansi pemerintah.
  • Bentuk Alinea Menggantung (Hanging Paragraph Style)
  • Bentuk Surat Resmi Gaya Baru

Bagian-bagian Surat

(1) kepala surat (2)  tanggal, bulan, tahun surat (3)  nomor surat (4)  lampiran (5)  hal atau perihal (6)  alamat yang dituju (alamat dalam) (7)  salam pembuka (8a)  alenia pembuka (8b)  isi surat (8c)  alenia penutup (9)  salam penutup (10)  tanda tangan penanggungjawab surat (11)  nama penanggungjawab surat (12) jabatan penanggungjawab surat (13) tembusan (14)  inisial

Bagan Bentuk Surat

Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style)
Bentuk Lurus Penuh (Full Block Style)

Bentuk Lurus (Block Style)
Bentuk Lurus (Block Style)

Fungsi Bagian Surat

Kepala Surat (Kop Surat)
Untuk mempermudah mengetahui nama dan alamat kantor/organisasi atau keterangan lain mengenai badan, organisasi atau instansi yang mengirim surat tersebut. Biasanya kepala surat disusun dan dicetak dalam bentuk yang menarik, dan terdiri atas:
  • Nama kantor badan, organisasi atau instansi;
  • Alamat lengkap;
  • Nomor telepon (bila ada), faksimili (bila ada)
  • Nomor kotak pos atau tromol pos (bila ada)
  • Nama alamat kawat dan nomor telex (bila ada)
  • Moto (bila ada)
  • E-mail, situs (bila ada)
  • Macam usaha
  • Nama dan alamat kantor cabang (bila ada)
  • Nama bankir (untuk referensi)
  • Lambang atau simbol (logo) dari organisasi atau instansi yang bersangkutan.
  • Kepala surat untuk swasta dibuat bebas sesuai dengan citra pemilik perusahaan, tetapi untuk dinas pemerintah ada ketentuan tersendiri.

Tanggal Surat

Apabila sudah ada kepala surat, maka menuliskan tanggal tidak perlu didahului oleh nama tempat/kota. Tanggal, bulan, dan tahun dituliskan secara lengkap. 
Contoh: 28 Februari 2006 29 Juni 2006

Nomor Surat

Setiap surat resmi yang keluar hendaknya diberi nomor, yang biasanya dinamakan nomor verbal (urut). Nomor surat dan kode tertentu pada surat dinas itu berguna untuk:
  • Memudahkan pengaturan dan penyimpanan sebagai arsip
  • Memudahkan penunjukan pada waktu mengadakan hubungan surat menyurat
  • Memudahkan mencari surat itu kembali bilamana surat diperlukan
  • Memudahkan petugas kearsipan dalam menggolongkan (mengklasifikasikan) penyimpanan surat
  • Mengetahui jumlah surat keluar pada suatu periode tertentu

Lampiran

Surat yang melampirkan sesuatu misalnya kuitansi atau fotokopi, dalam bagian surat perlu dituliskan kata “lampiran”, yang diikuti jumlah yang dilampirkan. 
Misalnya, lampiran : 2 (dua) eksemplar atau 1 (satu) berkas. Untuk surat bisnis ada 2 cara: a. di bawah nomor b. atau di kiri bawah

Hal atau perihal

Sebaiknya pada setiap surat resmi, baik surat dinas pemerintah maupun swasta (bisnis), selalu dicantumkan pokok atau inti dari surat tersebut. Pada surat dinas pemerintah, penulisan kata “Hal” atau “Perihal” dicantumkan di bawah kata “Lampiran” secara vertikal, dengan catatan tidak boleh melewati tanggal surat. Penulisan perihal ada 3 cara yaitu:
a. Sebelum penulisan alamat dalam
b. Setelah penulisan selesai alamat dalam
c. Setelah salam pembuka

Alamat yang dituju

Dalam menulis alamat surat, alamat luar (di amplop surat) harus sama dengan alamat dalam (alamat yang dituju) Ada dua cara penulisan nama orang yang dituju;
a. Dengan mencantumkan kata “Saudara, Bapak, Ibu”
b. Namun apabila pengirim surat mau menyebut secara resmi dengan jabatan, pangkat, atau gelar akademis yang ada pada penerima

Saturday, December 30, 2017

Menulis Surat Resmi, contoh kop surat perusahaan, contoh undangan resmi

Menulis Surat Resmi beserta Contohnya

DASAR SURAT MENYURAT

Arti dan Fungsi Surat
Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan informasi secara tertulis dari pihak yangsatu kepada pihak lain. Informasi dalam surat dapat berupa pemberitahuan, pernyataan,permintaan, laporan, pemikiran, sanggahan, dan sebagainya. Agar komunikasi melalui surat dinilai efektif, maka isi atau maksud surat harus terang dan jelas, serta tidak menimbulkan salah arti pada pihak penerima.

Tujuan Menulis Surat
Tujuan menulis surat secara garis besar diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:
  • Menyampaikan informasi kepada pembaca surat;
  • Mendapatkan tanggapan dari pembaca surat tentang isi surat;
  • Ingin mendapatkan tanggapan dan menyampaikan informasi kepada pembaca surat.

Korespondensi dan Koresponden
Korespondensi searti dengan surat-menyurat. Korespondensi adalah suatu kegiatan atau hubungan yang dilakukan secara terus-menerus antara dua pihak yang dilakukan dengan saling berkiriman surat.

Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau organisasi dibagi menjadi dua, yakni:
  1. Korespondensi Eksteren, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan oleh kantoratau bagian-bagiannya dengan pihak luar.
  2. Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang dilakukan olehorang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara kantor pusat dengan kantorcabang.
Koresponden adalah orang yang berhak atau mempunyai wewenang menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun kantor atau organisasi.

Fungsi Surat
Fungsi surat dalam suatu organisasi antara lain:
  • Surat sebagai media komunikasi.
  • Surat sebagai barometer.
  • Surat sebagai duta penulis.
  • Surat sebagai bukti tertulis.
  • Surat sebagai salah satu otak kegiatan suatu kantor
Kelebihan Surat:
  • Murah
  • Daya jangkau lebih luas
  • Bersifat formal dan efektif
  • Bisa dijadikan bukti hitam di atas putih
Kelemahan Penyusunan Surat pada umumnya:
  • Susunan surat ruwet
  • Kalimat tidak lengkap atau berbelit-belit
  • Penggunaan tanda baca yang tidak pada tempatnya
  • Penulisan kalimat tidak sesusai EYD
  • Pemakaian istilah asing yang tidak perlu atau tidak tepat
  • Menciptakan istilah sendiri yang tidak lazim/tidak sesuai Pedoman Umum
  • Pembentukan Istilah dalam bahasa Indonesia
  • Tata bahasa tidak teratur
  • Pengungkapan gagasan tidak logis
  • Kurang sopan atau terlalu banyak memuji dan basa-basi
  • Ketikan banyak yang salah
  • Penggunaan model yang tidak menentu
Syarat-syarat surat yang baik
Secara garis besar suatu surat dapat dikatakan baik apabila memenuhi kriteria berikut ini:
  • Surat disusun dengan teknik penyusunan yang benar, yaitu:Penyusunan letak bagian-bagian surat (bentuk surat) tepat sesuai dengan aturan atau pedoman yang telah ditentukan.Pengetikan surat benar, jelas, bersih, dan rapi, dengan format yang menarik.Pemakaian kertas sesuai dengan ukuran umum.
  • Isi surat harus dinyatakan secara ringkas, jelas, dan eksplisit. Hal ini dimaksudkan agar penerima dapat memahami isi surat dengan cepat, tepat, tidak ragu-ragu dan pengirim pun memperoleh jawaban secara cepat sesuai yang dikehendaki.
  • Bahasa yang digunakan haruslah bahasa Indonesia yang benar atau baku, sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, baik mengenai pemilihan kata, ejaan, bentuk kata, maupun kalimatnya. Selain itu, bahasa surat haruslah efektif. Bahasa surat juga harus wajar, logis, hemat kata, cermat dalam pemilihan kata, sopan, dan menarik. Nada surat harus hormat, sopan dan simpatik. Sedapat mungkin hindari pemakaian bahasa asing yang padanannya sudah ada dalam bahasa Indonesia.

Menulis Surat Resmi, contoh kop surat perusahaan, contoh undangan resmi

Baca Juga :
Untuk menyusun surat yang baik, penulis harus mengindahkan hal-hal berikut:
  • Menetapkann lebih dahulu maksud surat, yaitu pokok pembicaraan yang ingindisampaikan kepada penerima surat, apakah itu berupa pemberitahuan, pernyataan,pertanyaan, permintaan, laporan atau hal lain.
  • Menetapkan urutan masalah yang akan dituliskan.
  • Merumuskan pokok pembicaraan itu satu persatu secara runtut, logis, teratur denganmenggunakan kalimat dan ungkapan yang menarik, segar, sopan, dan mudah ditangkap pembaca.
  • Menghindarkan sejauh mungkin penggunaan singkatan kata atau akronim, lebih-lebihyang tidak biasa atau singkatan bentuk sendiri.
  • Memperhatikan dan menguasai bentuk surat dan penulisan bagian-bagiannya.
  • Mengikuti pedoman penulisan ejaan dan tanda baca sebagaimana digariskan oleh Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia Yang Disempurnakan dan PedomanPembentukan Istilah dalam Bahasa Indonesia.
Dalam praktik di lapangan, masih banyak surat resmi yang penyusunannya tidak cermat,
tidak memenuhi syarat-syarat surat yang baik. Oleh karena itu, pahamilah aturan-aturan tentang surat yang baik serta milikilah kepandaian atau keterampilan dalam menyusun Surat

BAHASA SURAT

Kriteria Bahasa Surat Yang Baik

Bahasa surat harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
  • Bahasa baku
  • Bahasa jelas atau tidak bermakna ganda
  • Lugas: tidak mubazir, tidak banyak basa-basi, mengikuti perkembangan bahasa surat
  • Efektif dan efisien
  • Bahasa padu, tiap gagasan dituangkan dalam 1 paragraf
  • Bernalar
  • Menarik atau mengandung rasa bahasa: kosa kata tepat, optimis, menghindari pengungkapan secara langsung hal-hal yang tidak menyenangkan
  • Taat asas

Ciri paragraf yang baik:

  • mengandung kesatuan isi
  • kepaduan antar kalimat
  • ada pengembangan gagasan pokok

Kapan Bahasa Baku Digunakan

  • Komunikasi resmi: surat resmi, pengumuman, perundang-undangan, dan lain-lain.
  • Wacana teknik: notulen, laporan resmi, penulisan ilmiah.
  • Pembicaraan di muka umum: rapat, ceramah, perkuliahan, seminar, dan lain-lain.
  • Pembicaraan dengan orang yang dihormati.

EYD Yang Sering Digunakan Dalam Surat Menyurat

a. Penulisan Nama dan Alamat Perusahaan
1. PT Persada Nusantara Jalan Laksamana Yos Sudarso 101 Bandar lampung 35256
2. PT Dian Rama Putra
    Jalan H. Muhammad Salim 22 Bandar Lampung 35146

b. Penulisan Nama Jabatan
Nama jabatan yang lazim di lingkungan perusahaan yaitu direktur, manajer, kepala, ketua. Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama nama-nama jabatan jika diikuti nama perusahaan. Contoh: 1. Direktur Utama PT Mandiri 2. Manajer PT Nusantara

c. Penulisan Bentuk Singkatan dan Akronim
Singkatan umum yang terdiri atas dua huruf, setiap hurufnya diikuti tanda titik. Contohnya: 1. a.n. : atas nama 2. d.a. : dengan alamat 3. s.d. : sampai dengan Singkatan umum yang terdiri atas tiga huruf hanya diikuti satu tanda titik, contohnya: 1. Yth. : Yang terhormat 2. Bpk. : Bapak 3. Sdr. : Saudara 4. Jln. : Jalan Singkatan lain yang diikuti tanda titik adalah singkatan nama orang dan singkatan nama gelar, baik gelar kesarjanaan, gelar bangsawan, maupun gelar keagamaan, misalnya:

  • A. Yani : Ahmad Yani (singkatan nama)
  • H. Saleh : Haji Saleh (singkatan gelar keagamaan)
  • Ir. Shofia : Insinyur Shofia (singkatan gelar kesarjanaan)

Singkatan satuan ukuran, takaran, timbangan, dan lambang mata uang tidak diikuti tanda titik, contohnya:
  •  cm : centimeter
  •  kg : kilogram
Singkatan nama perusahaan, lembaga pemerintah, organisasi, dan nama dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal ditulis dengan huruf kapital dan tidak diberi tanda titik Contohnya:
  • MPR : Majelis Permusyawaratan Rakyat
  • PT : Perseroan Terbatas
Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal kapital. Contohnya:
  • Toserba : Toko Serba Ada
  • Unila : Universitas Lampung
Penulisan Bagian-bagian Pelengkap Surat Niaga
Penulisan tanggal Unsur-unsur yang ditulis pada bagian ini ialah tanggal, nama bulan, dan tahun. Contoh: 15 Mei 2006,11 April 2006

Penulisan nomor, hal, lampiran, dan tembusan
Huruf kapital dipakai sebagai huruf pertama dari keempat bagian itu. Antara bagian-bagian itu dengan keterangan yang mengacunya dipakai tanda titik dua. Contoh:
Nomor      : 123
Hal           : Permintaan Penangguhan
Lampiran : Dua lembar
Tembusan :
  1. Direktur PT Multimatra Perkasa
  2. Manajer Hotel Bumi Asih Jaya
  3. Direksi Bank Pacific
Penulisan salam pembuka dan salam penutup
Penulisan kedua jenis salam ini diawali dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda koma. Contoh: Salam pembuka Salam penutup Dengan hormat, Hormat kami, Bpk. Ridwan yang terhormat, Salam takzim, Salam penutup dibubuhi tanda tangan dan nama jelas pengirim serta jabatannya.